Memiliki Prinsip – Prinsip Keuangan (Good Financial Principle)

Untuk mengelola keuangan dengan baik, kita perlu mengetahui prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang memadai, sehingga fondasi literasi keuangan dapat dibangun sejak dini.

Melatih Keterampilan Keuangan (Financial Skill)

Tidak cukup jika hanya mengetahui, kita juga harus mampu menerapkan pengetahuan dengan memanfaatkan akses instrumen keuangan sesuai kebutuhan dan resiko penggunaan.

Menerapkan Perilaku Keuangan yang Berkarakter (Financial Behaviour)

Aplikasi pengelolaan keuangan yang baik dapat diterapkan secara konsisten, berkesinambungan dan bertanggung jawab.

Menjadi Generasi Muda yang Bermanfaat bagi Sesama (Benefit to Others)

Pengelolaan keuangan yang telah diaplikasikan tidak ditujukan untuk pola hidup yang berlebih-lebihan dan serba instan, namun diarahkan kepada kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

”Yesterday I was clever so I wanted to change the world. Today I am wise so I am changing myself. “

— Rumi

Backgrounds

Individu

28% masyarakat Indonesia memiliki pengeluaran lebih besar daripada pendapatan mereka perbulan. (Lembaga Kadence Internasional).

Individu

56% remaja takut akan uang karena tidak mendapat pendidikan finansial yang cukup. (Stages of Life, 2015).

Individu

Hanya 36,02% masyarakat Indonesia menyatakan memiliki kemampuan menghitung bunga, angsuran, hasil investasi, biaya penggunaan produk, denda, dan inflasi. (OJK, 2016).

Nasional

Tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia masih rendah yaitu masing-masing 29,7% dan 67,8%. Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.Target pada tahun 2019, literasi keuangan 35% dan inklusi keuangan 75%. (OJK, 2016).

Nasional

Sebanyak 52 juta penduduk Indonesia masuk ke kelas menengah dan memberikan kontribusi sebesar 43% dari keseluruhan total konsumsi rumah tangga. Kelas menengah mempunyai kepentingan untuk dapat mengelola keuangan yang sehat selain untuk memenuhi kebutuhan pokok saja. (World Bank, 2017).

Nasional

Diperkirakan porsi penduduk usia produktif atau usia kerja antara 15-64 tahun pada tahun 2020-2030 mencapai sekitar 70% dari total populasi penduduk Indonesia. Hal ini menjadi kesempatan sekaligus tantangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (BKKBN, 2016).

Our Blog